Layercommunity's Weblog

Situs Konsultasi Manajemen Layer

About

Assalamu’alaikum Wr Wb

Setelah melalui perjalanan di dunia per-layer-an yang panjang, dirasakan betapa performa ayam yang umum beredar di Indonesia ini sangat tidak memuaskan.  Ayam tidak mampu “menyuguhkan” produksi (jumlah telur) yang optimal sehingga keuntungan (margin) peternak juga tidak bisa maksimal.

Ironisnya, masih banyak juga peternak yang tidak mampu menjawab ketika ditanya berapa persen produksi hari ini, berapa rata-rata berat telurnya, berapa jumlah kematian ayam selama satu periode dan lain-lain. Apalagi jika ditanya berapa kg telur dihasilkan dalam satu siklus periode ?  So, far.

Dari pengamatan dilapangan, umumnya produksi telur masih dibawah 20 kg per ekor per siklus periode produksi (baca: Hen House). Angka ini masih jauh dari yang diharapkan. si-Pembiibit (Breeder) sendiri meng-klaim bahwa bibit ayam yang diproduksi akan mampu menghasilkan lebih dari 22 kg.

Nilai 2 kg jangan dianggap enteng, lho. “Wah, lha wong cuman 2 kilo saja kok”. Coba hitung. Jika Anda punya populasi 100 ribu ekor ayam petelur dan ternyata hanya mampu menghasilkan rata-rata 20 kg saja per periodenya, dan anggap juga Anda hanya ‘kehilangan’ 2 kg per ekor. Artinya dalam satu periode Anda kehilangan total 2 kg x 100.000 ekor = 200.000 kg alias 200 ton telur.

Gak usah dihitung telur seharga Rp 15.000,-. Hitung saja Rp 10.000,- maka uang Anda telah hilang Rp 2 Milliar.  Gak usah kaget. Lebih baik kaget sekarang dari pada nanti yang (mungkin) dengan situasi yang lebih sulit.

Atas dasar permasalahan diatas maka kami sudah berusaha untuk “menyadarkan” peternak.  Namun dengan cara satu per satu pasti dibutuhkan tenaga yang luar biasa. Apalagi jika bertemu dengan peternak yang masih sangat klasik (kalau tidak mau dibilang kolot).

https://layercommunity.wordpress.com diharapkan mampu dijadikan sebagai wadah tukar pikiran, diskusi atau apapun seputar per-layer-an. Weblog ini akan selalu disempurnakan, untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan. Kirim opini Anda, permasalahan Anda, semoga weblog ini juga menjadi wadah bersama baik kalangan praktisi, akademisi maupun peternak.

Wassalamu’alaikum wr wb

2 thoughts on “About

  1. ” Gak usah kaget. Lebih baik kaget sekarang dari pada nanti yang (mungkin) dengan situasi yang lebih sulit.”
    Saya suka gaya anda dalam menyampaikan pesan moral.
    Tapi itulah yang menjadi kebiasaaan besar bagi peternak indonesia, banyak hal yang dianggap remeh, diantaranya adalah banyaknya jumlah pakan yg terbuang begitu sj dan beranggapan hanya sedikit, padahal sedikit jika ditumpuk akan menjadi bukit.
    Dan parahnya lagi ketika mereka gulung tikar usahanya maka kata yang keluar adalah ” Usaha peternakan tidak menjanjikan dan cendrung rugi ” .
    padahal dia sendiri ikut andil besar kenapa dia rugi.

    • layercommunity on said:

      Selama berkeliling Indonesia, faktanya masih sangat sangat sedikit yang aware terhadap efisiensi! Bahkan mencermati arti efisiensi saja masih salah. Apa lagi menerapkannya…. Hopefully lebih Baik untuk future situations. Namun ketika margin minimal, atau rugi, hanya kebingunganlah yang dirasakan. Aku harus bagaimana ya..? Peace for Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s